Implementation of the Santripreneur Program
Motivation to Study Religion, the Pondok Environment and Learning Satisfaction at the Jonggol Islamic Boarding School
Abstract
Abstract
Finding out how Santripreneur can give Islamic boarding school students the resources and tools they need to succeed as entrepreneurs was the aim of this study. then to use the Santripreneur variable in Sukanegara Village, Jonggol District, Bogor Regency, The research method used is the Mixed method, namely a research approach that combines quantitative and qualitative methods in one study to gain a more comprehensive understanding of the research problem.. 37 pupils from the AB Jonggol Islamic boarding school in Sukanegara Village, Jonggol District, Bogor Regency, served as the study's sample. A structured questionnaire was employed as part of the data collection method. Simple linear regression and multiple regression approaches, as well as partial and multiple correlation techniques, were employed in the data analysis. The study's conclusions are: First, santripreneur (Y) and religious learning motivation (X1) are positively correlated. Second, santripreneur (Y) and the boarding school atmosphere (X2) are positively correlated. Third, santripreneur (Y) and learning satisfaction (X3) are positively correlated. Fourth, there is a positive relationship between religious learning motivation (X1), the boarding school environment (X2), and learning satisfaction (X3) simultaneously with santripreneur (Y) with a multiple correlation coefficient of Ry.123 = 0.704 and a determination coefficient of 49.5%. The conclusion of this study is that santripreneur can be increased by increasing religious learning motivation, the boarding school environment, and learning satisfaction. The results of this study indicate that santripreneurs in Islamic boarding schools are able to equip and encourage students to pursue careers towards prosperity. Where students are not only able to be preachers, but also able to be entrepreneurs.
Keywords; Santripreneur, religious learning motivation, boarding school environment, learning satisfactionAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Santripreneur dapat membekali santri pesantren dengan perangkat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk menjadi wirausahawan yang sukses. kemudian mengetahui hubungan antara pengaruh motivasi belajar agama, lingkungan pondok dan kepuasan belajar baik secara parsial maupun simultan dengan variabel Santripreneur di Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed method yakni pendekatan penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang masalah penelitian. Sampel penelitian ini sebanyak 37 santri ponpes AB Jonggol di Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.Penelitian Kualitatif menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh keabsahan data, digunakan metode triangulasi data dengan dukungan dokumentasi dan observasi, yaitu dengan melakukan wawancara kepada kyai, asatidz, santri, dan pengurus ponpes. Teknik pengumpulan data menggunakan angket terstruktur. Analisis data menggunakan teknik korelasi parsial dan berganda, serta teknik regresi linier sederhana dan regresi berganda.Temuan penelitian ini adalah: Pertama, terdapat hubungan positif antara motivasi belajar agama (X1) dengan santripreneur (Y). Kedua, terdapat hubungan positif antara lingkungan pondok (X2) dengan santripreneur (Y). Ketiga, terdapat hubungan positif antara kepuasan belajar (X3) dengan santripreneur (Y). Keempat, terdapat hubungan positif antara motivasi belajar agama (X1), lingkungan pondok (X2), dan kepuasan belajar (X3) secara simultan dengan santripreneur (Y) dengan koefisien korelasi berganda Ry.123 = 0,704 dan koefisien determinasi sebesar 49,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah santripreneur dapat ditingkatkan dengan meningkatkan motivasi belajar agama, lingkungan pondok, dan kepuasan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santripreneur di pesantren mampu membekali dan mendorong santri untuk berkarir menuju kesejahteraan. Dimana santri tidak hanya mampu sebagai mubaligh, tetapi juga mampu berwirausaha.
Kata kunci ; Santripreneur,motivasi belajar agama,lingkungan pondok, kepuasan belajar