Transformasi Warisan Intelektual Islam di Borneo melalui Digitalisasi Manuskrip Berbasis Artificial Intelligence (AI)
Keywords:
Warisan Intelektual Islam, Manuskrip Borneo, Digitalisasi Manuskrip, Artificial Intelligence, Digital Humanities, Filologi Digital, Library Research Kuching,Abstract
Warisan intelektual Islam di Borneo yang terekam dalam manuskrip beraksara Arab, Jawi, dan Arab-Melayu merupakan khazanah penting yang merepresentasikan perkembangan pemikiran Islam, pendidikan, dakwah, hukum, bahasa, dan budaya masyarakat Muslim di kawasan tersebut. Namun, keberadaan manuskrip menghadapi berbagai persoalan, antara lain kerentanan fisik, keterbatasan akses, persebaran koleksi pada berbagai lembaga dan pemilik pribadi, serta belum optimalnya digitalisasi dan pengelolaan data manuskrip secara terpadu. Pada saat yang sama, perkembangan Artificial Intelligence (AI) menawarkan peluang baru dalam preservasi, dokumentasi, pengolahan, analisis, dan diseminasi manuskrip. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi warisan intelektual Islam di Borneo melalui digitalisasi manuskrip berbasis AI serta merumuskan kerangka konseptual integrasi AI dalam pelestarian dan pemanfaatan manuskrip Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui telaah kritis terhadap buku, artikel jurnal, prosiding, dokumen kebijakan, dan literatur akademik mengenai manuskrip Islam, filologi, digitalisasi, preservasi digital, digital humanities, serta teknologi AI. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi strategis dalam mendukung digitalisasi manuskrip melalui Optical Character Recognition (OCR), Handwritten Text Recognition (HTR), transliterasi otomatis, klasifikasi manuskrip, ekstraksi metadata, pencarian semantik, dan pengembangan repositori digital yang adaptif. AI juga memungkinkan transformasi manuskrip dari sekadar citra digital menjadi sumber pengetahuan yang dapat dicari, dianalisis, dibandingkan, dan dimanfaatkan secara lebih luas. Namun, implementasinya memerlukan validasi manusia dan filologis, standar digitalisasi yang tepat, dokumentasi provenance, tata kelola etis, serta penguatan kompetensi filologi digital. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi warisan intelektual Islam di Borneo bukan sekadar proses mengubah manuskrip fisik menjadi format digital, tetapi merupakan pembangunan ekosistem pengetahuan yang menghubungkan preservasi manuskrip, teknologi AI, validasi ilmiah, digital humanities, akses publik, dan keberlanjutan warisan intelektual Islam bagi generasi mendatang.
Keywords: Warisan Intelektual Islam, Manuskrip Borneo, Digitalisasi Manuskrip, Artificial Intelligence, Digital Humanities, Filologi Digital, Library Research Kuching,
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Proceeding Borneo Islamic Conference

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.