P059 Transformasi Warisan Intelektual Islam di Borneo melalui Digitalisasi Manuskrip Berbasis Artificial Intelligence (AI)
Abstract
Warisan intelektual Islam di Borneo yang terekam dalam manuskrip beraksara Arab, Jawi, dan Arab-Melayu merupakan khazanah penting yang merepresentasikan perkembangan pemikiran, pendidikan, dakwah, hukum Islam, dan budaya masyarakat Muslim di kawasan Borneo. Namun, perkembangan zaman, keterbatasan akses, kerentanan fisik manuskrip, serta belum optimalnya upaya digitalisasi menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan warisan tersebut. Di sisi lain, kemajuan Artificial Intelligence (AI) menawarkan paradigma baru dalam preservasi, dokumentasi, dan diseminasi manuskrip sehingga membuka peluang transformasi warisan intelektual Islam ke dalam ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep transformasi warisan intelektual Islam melalui digitalisasi manuskrip berbasis AI serta menjelaskan relevansinya terhadap upaya pelestarian peradaban Islam di Borneo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, melalui telaah kritis terhadap buku, artikel ilmiah, prosiding, dokumen kebijakan, dan literatur yang membahas manuskrip Islam, filologi, digital humanities, preservasi digital, serta perkembangan teknologi AI. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan sintesis konseptual untuk membangun kerangka pemikiran mengenai integrasi AI dalam pelestarian manuskrip Islam. Kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi strategis dalam mendukung digitalisasi manuskrip melalui pengenalan aksara (optical character recognition dan handwritten text recognition), transliterasi otomatis, klasifikasi naskah, ekstraksi metadata, pencarian semantik, serta pengembangan repositori digital yang lebih adaptif. Dalam perspektif digital humanities, pemanfaatan AI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknologi, tetapi juga sebagai sarana memperluas akses terhadap warisan intelektual Islam, memperkuat jejaring kolaborasi akademik lintas negara di kawasan Borneo, dan mendorong lahirnya kajian-kajian interdisipliner. Meskipun demikian, implementasinya memerlukan perhatian terhadap aspek autentisitas naskah, standar digitalisasi, etika penggunaan AI, serta penguatan kompetensi filologi digital. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi warisan intelektual Islam di Borneo tidak sekadar berorientasi pada konversi manuskrip ke dalam format digital, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pengetahuan yang mampu menjamin keberlanjutan, aksesibilitas, dan pemanfaatan khazanah manuskrip bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam di era kecerdasan buatan.
Kata kunci: Warisan Intelektual Islam, Manuskrip Borneo, Digitalisasi Manuskrip, Artificial Intelligence, library research, digital humanities.