P016 Islam di Tengah Semesta Hindu: Toleransi, Adaptasi, dan Identitas Muslim dalam Kebudayaan Bali : Studi Kasus Komunitas Muslim Pegayaman, Buleleng
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena harmoni antaragama yang terjalin antara komunitas Muslim Pegayaman dan masyarakat Hindu di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Komunitas Muslim Pegayaman, yang telah ada sejak abad ke-16 sebagai keturunan prajurit Kerajaan Blambangan, merupakan satu-satunya desa bermayoritas Muslim di Bali yang berhasil membangun identitas hibrid: tetap menjalankan ajaran Islam secara teguh sementara mengadopsi unsur-unsur budaya Bali seperti bahasa, sistem penamaan berbasis urutan kelahiran, dan berbagai tradisi lokal yang telah diselaraskan dengan nilai syariat. Kajian ini menelusuri bentuk-bentuk toleransi beragama, adaptasi budaya (seperti tradisi Ngejot, sistem irigasi Subak, dan arsitektur akulturatif), serta konstruksi identitas yang terbentuk melalui interaksi sosial jangka panjang antara kedua komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerukunan di Pegayaman dilandasi oleh filosofi Menyama Braya (persaudaraan), kepercayaan timbal balik, dan modal sosial yang kuat, meskipun pasca reformasi muncul tantangan baru berupa wacana Ajeg Bali yang berpotensi menggeser dinamika identitas. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas agama dan identitas etnis tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat berjalan paralel dan saling memperkaya dalam kehidupan multikultural.