P003 Tradisi Piduduk sebagai akulturasi islam dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat Banja
Abstract
Piduduk adalah salah satu tradisi yang diwariskan oleh masyarakat Banjar dan menjadi cerminan nyata dari pertemuan antara nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal dalam perjalanan panjang Islamisasi di Kalimantan Selatan. Keunikan tradisi ini terletak pada kemampuannya bertahan hingga era modern, yang mengindikasikan terjadinya proses penyesuaian, tawar-menawar, dan pembaruan makna antara praktik pra-Islam dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Penelitian ini dirancang untuk menelusuri asal-usul kemunculan tradisi Piduduk, menguraikan wujud perpaduan antara Islam dan budaya Banjar yang terkandung di dalamnya, serta menelaah perubahan makna yang berlangsung dari waktu ke waktu. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan bingkai Sejarah Kebudayaan Islam, yang dianalisis melalui tiga kerangka teori, yakni teori akulturasi budaya, teori sinkretisme antara agama dan budaya, serta teori perubahan nilai. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi Piduduk bersumber dari sistem keyakinan masyarakat Banjar sebelum masuknya Islam, yang kental dengan pengaruh animisme, dinamisme, serta tradisi Hindu-Buddha. Penyebaran Islam melalui Kesultanan Banjar dan kalangan ulama berlangsung dengan cara yang lentur dan tidak konfrontatif, sehingga tradisi lokal tidak dihilangkan secara paksa, melainkan diarahkan menuju pemaknaan baru yang selaras dengan ajaran Islam. Dampaknya, berbagai elemen ritual yang semula terhubung dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib perlahan beralih fungsi menjadi simbol adat, sarana mengungkapkan doa, serta penanda identitas budaya masyarakat Banjar. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi Piduduk hingga kini masih memantik perdebatan di kalangan ulama mengenai sejauh mana pelestarian budaya lokal dapat diselaraskan dengan ketentuan ajaran Islam. Dengan demikian, tradisi Piduduk dapat dipahami sebagai buah dari perpaduan dan evolusi budaya yang mencerminkan dinamika hubungan antara agama dan tradisi dalam kehidupan masyarakat Banjar.
Kata kunci: tradisi Piduduk, masyarakat Banjar, akulturasi Islam, budaya Banjar, pergeseran nilai.