Sipet Suku Dayak Ngaju sebagai Sumber Pembelajaran Berbasis Etnosains untuk Materi Gaya dan Gerak
Abstract
Praktik manyipet Suku Dayak Ngaju menyimpan pengetahuan lokal yang belum banyak dianalisis sebagai sumber pembelajaran IPA. Artikel ini bertujuan mengonstruksi pengetahuan etnosains pada penggunaan supit serta menganalisis konsep IPA terpadu dan potensinya untuk pembelajaran materi gaya dan gerak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan perspektif etnosains. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi emic, analisis etic, konstruksi konsep IPA, dan analisis potensi pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pemilihan kayu, penyesuaian panjang supit dengan tinggi badan, penghalusan rongga pipa, pembuatan damek, dan teknik membidik dapat dihubungkan dengan konsep gaya otot, tekanan udara, gaya gesek, gerak parabola, dan bidang miring. Praktik ini juga berpotensi mengintegrasikan fisika, biologi, kimia, dan lingkungan serta melatih penalaran ilmiah, berpikir kritis, berpikir sistem, dan literasi sains. Dengan demikian, supit Dayak Ngaju berpotensi menjadi konteks pembelajaran IPA yang kontekstual, terpadu, dan berbasis kearifan lokal.
Keywords: etnosains, sipet, Dayak Ngaju, gaya dan gerak