P053 KEKUATAN MULTIKULTURAL DIBATAS NEGARA INDONESIA MALAYSIA

  • BARRIYATI BARRI BARRIYATI IAIN PONTIANAK
Keywords: multikultural, harmoni sosial, masyarakat perbatasan, Indonesia Malaysia.

Abstract

Wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia di tanah Borneo kurang lebih 2.019 KM dan panjang wilayah perbatasan di Kalimantan Barat sejauh 970 KM. Garis batas ini dimulai dari Tanjung Datu (Kabupaten Sambas) membentang tinggi hingga kedataran tinggi timur Kabupaten Kapuas Hulu dengan negara bagian Serawak Malaysia. Di sepanjang batas daratan Kalimantan Barat, terdapat 4 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang menjadi pintu masuk resmi ke dua negara yaitu PLBN Aruk, Jagoi Babang, Entikong dan Badau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan multikultural dalam menciptakan harmoni sosial di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia. Wilayah perbatasan merupakan kawasan yang memiliki tingkat keberagaman budaya, bahasa, agama, dan adat istiadat yang tinggi sehingga memerlukan sikap toleransi dan kerja sama sosial yang baik dalam kehidupan masyarakat. Mayoritas masyarakat diperbatasan Kalimantan Barat itu bersuku dayak. Seberjalannya waktu masyarakat dari budaya, suku dan ras lain masuk kewilayah perbatasan dengan identitas mencari pekerjaan sebagai buruh migran di negara Malaysia. Multikultural menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis di tengah perbedaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui bentuk penerapan nilai-nilai multikultural dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai toleransi, saling menghormati, kerja sama sosial, dan komunikasi antarbudaya menjadi kekuatan utama dalam menciptakan harmoni sosial di wilayah perbatasan. Masyarakat mampu hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Selain itu, interaksi sosial yang baik antar masyarakat kedua negara turut memperkuat solidaritas dan mengurangi potensi konflik sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa multikultural memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari masyarakat dan pemerintah untuk terus menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya demi terciptanya kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

Published
2026-06-30
How to Cite
BARRIYATI, B. (2026). P053 KEKUATAN MULTIKULTURAL DIBATAS NEGARA INDONESIA MALAYSIA. Proceedings Borneo Islamic International Conference EISSN 2948-5045. Retrieved from https://majmuah.com/journal/index.php/kaib1/article/view/1062