P052 ISLAM DAN KEBUDAYAAN MADURA: TRADISI ROKAT TASE' SEBAGAI WUJUD AKULTURASI AGAMA DAN BUDAYA

  • sayyid Husin bahasyim UIN PALANGKARAYA
  • Muhammad Saparullah UIN PALANGKARAYA
  • Syahreza Hasyimi UIN PALANGKARAYA

Abstract

The Rokat Tase' tradition represents one of the most visible manifestations of the acculturation process between Islamic values and the local culture of the Madurese people. As a sea thanksgiving ritual passed down through generations, Rokat Tase' functions not only as a spiritual expression of the fishing community but also as a social space that reinforces solidarity among its members. This article aims to examine how Islam and Madurese culture meet and merge within the practice of Rokat Tase', while analyzing the acculturation process that occurs without diminishing the identity of each cultural element. Employing a qualitative approach and the perspective of cultural anthropology, this study finds that Rokat Tase' is a product of harmonious acculturation, in which Islamic values of monotheism, prayer, and gratitude are integrated into the local customary rites of Madura. This process reflects Islam's flexibility in engaging with local traditions and demonstrates that Madurese culture possesses a strong adaptive capacity toward religious influence. The findings suggest that Rokat Tase' is not merely a cultural heritage, but a living symbol of the successful, peaceful, and sustainable acculturation of religion and culture within Madurese society.

Keywords: Rokat Tase', acculturation, Islam, Madurese culture, local tradition, fishing ritual.

 

Abstrak

Tradisi Rokat Tase' merupakan salah satu manifestasi nyata dari proses akulturasi antara nilai-nilai Islam dan kebudayaan lokal masyarakat Madura. Sebagai ritual syukuran laut yang diwariskan secara turun-temurun, Rokat Tase' tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual komunitas nelayan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memperkuat ikatan solidaritas antar warga. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana Islam dan kebudayaan Madura bertemu dan berpadu dalam praktik Rokat Tase', serta menganalisis proses akulturasi yang terjadi tanpa menghilangkan identitas masing-masing unsur budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan perspektif antropologi budaya, kajian ini menemukan bahwa Rokat Tase' merupakan produk akulturasi yang bersifat harmonis, di mana nilai-nilai tauhid, doa, dan syukur dalam Islam terintegrasi ke dalam ritus adat lokal Madura. Proses ini mencerminkan fleksibilitas Islam dalam berdialog dengan tradisi setempat serta menunjukkan bahwa kebudayaan Madura memiliki daya adaptasi yang kuat terhadap pengaruh agama. Hasil kajian ini mengisyaratkan bahwa Rokat Tase' bukan sekadar warisan budaya, melainkan simbol hidup dari keberhasilan akulturasi agama dan budaya yang berlangsung damai dan berkelanjutan di masyarakat Madura.

Kata Kunci: Rokat Tase', akulturasi, Islam, kebudayaan Madura, tradisi lokal, ritual nelayan.

Published
2026-06-30
How to Cite
bahasyim, sayyid H., Saparullah, M., & Hasyimi, S. (2026). P052 ISLAM DAN KEBUDAYAAN MADURA: TRADISI ROKAT TASE’ SEBAGAI WUJUD AKULTURASI AGAMA DAN BUDAYA. Proceedings Borneo Islamic International Conference EISSN 2948-5045. Retrieved from https://majmuah.com/journal/index.php/kaib1/article/view/1060