P012 Studi Interaksionisme Simbolik dalam Tradisi Margondang pada Masyarakat Muslim Batak Angkola dan Mandailing
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi, di mana Islam hadir melalui proses akulturasi dinamis dengan tradisi lokal. Salah satu fenomena menarik adalah keberlangsungan tradisi Margondang pada masyarakat Muslim Batak Angkola dan Mandailing yang tetap dipertahankan meski berakar dari kepercayaan pra-Islam. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat tersebut memaknai, mempertahankan, serta menegosiasikan tradisi Margondang di tengah nilai-nilai keislaman. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pisau analisis teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer, penelitian ini mengeksplorasi proses pembentukan makna melalui interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan Margondang dimungkinkan melalui negosiasi makna yang selektif, di mana unsur adat yang bertentangan dengan syariat dimodifikasi, sementara nilai estetik dan sosial dipertahankan. Hal ini mengimplikasikan bahwa identitas Muslim Batak merupakan identitas ganda yang komplementer, mencerminkan fleksibilitas Islam dalam merespons keragaman budaya tanpa melemahkan substansi akidah. Integrasi ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman mendalam mengenai pola islamisasi dan koeksistensi harmonis antara agama dan budaya di Indonesia.