P009 Ritual Manyanggar Banua dalam Perspektif Akidah Islam di Komunitas Dayak Muslim
Abstract
Ritual Manyanggar Banua merupakan tradisi adat Dayak yang masih dipraktikkan oleh sebagian komunitas Dayak Muslim di Kalimantan Tengah, sehingga menimbulkan pergulatan antara identitas keislaman dan identitas kedayakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosesi ritual Manyanggar Banua, menganalisisnya dari perspektif akidah Islam, serta memahami bentuk negosiasi identitas budaya dan agama pada komunitas Dayak Muslim. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terdahulu, yang dianalisis melalui analisis isi dan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Manyanggar Banua berakar pada kepercayaan Kaharingan dan mengandung elemen-elemen yang berpotensi bersinggungan dengan prinsip tauhid, terutama terkait keyakinan kepada roh gaib, penggunaan sesajen, dan pembacaan mantra animistis. Namun, sejumlah unsur seperti tujuan keselamatan kampung, nilai gotong royong, dan doa kolektif dapat diselaraskan dengan Islam melalui islamisasi makna. Komunitas Dayak Muslim menunjukkan tiga pola negosiasi identitas, yaitu pola akomodatif, selektif, dan penolakan total, yang dipengaruhi oleh pemahaman keagamaan, otoritas ulama lokal, dan tokoh adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi antara identitas Islam dan identitas Dayak merupakan proses dinamis yang membutuhkan dialog konstruktif antara tokoh agama dan tokoh adat guna menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kemurnian akidah.
Kata kunci: Manyanggar Banua, akidah Islam, Dayak Muslim, sinkretisme, negosiasi identitas