P005 Akulturasi Nilai-Nilai Islam dalam Seni Pertunjukan Wayang Kulit sebagai Media Dakwah Struktural di Tanah Jawa

  • Putri Nur Aini UIN Palangka Raya
  • Virda Andini Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Tantri Lestari Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Abstract

Wayang kulit merupakan seni pertunjukan Jawa yang sejak masa Hindu-Buddha berfungsi sebagai media pendidikan moral dan spiritual. Ketika Islam masuk ke Jawa, para Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, memilih strategi akulturasi budaya dengan memodifikasi estetika visual dan narasi pewayangan agar selaras dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses akulturasi tersebut serta peran wayang kulit sebagai instrumen dakwah struktural. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis dan komunikasi dengan landasan Teori Akomodasi Komunikasi Howard Giles. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan estetika wayang dari bentuk realistis menjadi stilistis merupakan respons terhadap prinsip syariat Islam sekaligus pelestarian budaya lokal. Reinterpretasi simbolik, seperti Jamus Kalimasada sebagai representasi kalimat syahadat dan tokoh Punakawan sebagai penyampai nilai sufistik, menjadi jembatan antara Islam dan tradisi Jawa. Selain itu, dukungan Kesultanan Demak menjadikan wayang kulit bukan hanya media kultural, tetapi juga instrumen dakwah struktural yang memiliki legitimasi politik dan jangkauan sosial luas. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah berbasis akulturasi budaya lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan konfrontatif.

Published
2026-06-15
How to Cite
Aini, P., Andini, V., & Lestari, T. (2026). P005 Akulturasi Nilai-Nilai Islam dalam Seni Pertunjukan Wayang Kulit sebagai Media Dakwah Struktural di Tanah Jawa. Proceedings Borneo Islamic International Conference EISSN 2948-5045. Retrieved from https://majmuah.com/journal/index.php/kaib1/article/view/1002